Tugu Linggarjati di Padang, Sumatera barat

Tugu Linggarjati Si Padang, Sumatera barat

Advertisements

Laporan Perjalanan

MENELUSURI WISATA AIA BULUIH, JEJAK PRRI SUNGAI PATAI dan BATAS NAGARI

BAB I

Pendahuluan

  1. 1.      Latar belakang Kegiatan

Secara kasat mata ilmu sejarah adalah  ilmu yang berhubungan langsung dengan manusia. Dibandingkan dengan diplin ilmu lain sejarah menjadikan masyarakat sebagai labor penelitian di samping  buku sebagai acuannya. Berbeda dengan ilmu Eksata lainnya masyarakat adalah labor bagi ilmu sejarah. Maka dari itu untuk mempermudahkan terjun langsung kemasyarakat perlu diadakan check langsung ke lapangan. selain itu, berhungan dengan sumber sejarah itu susah suah mudah, karena diperlukan waktu, tenaga fikiran tentunya untuk mendapatkan sumber yang Valid.

Sebenarnnya ide untuk menelusuri Jejak PRRI, Wisata Alam aia Buliuh merupakan kegiatan untuk meningkatkan hobi masyarakat terutama kaum muda Sungai Patai untuk mengetahui lebih dalam tentang nagari mereka.

Maksud dan tujuan Kegiatan penelusuran

Kegiatan bermaksud untuk memperkenalkan Pemuda tentang tempat – tempat yang focus dalam mendokumentasikan, merawat dan melestarikan peninggalasn sejarah baik dalam bentuk buku, foto, arsip dan media lainya.

Tujuan

  1. Pemuda mengetahun tempat – tempat pendokumtasikan peninggalan sejarah
  2. melatih Pemuda untuk mengumpulkan sumber tertulis, karena tidak akan mungkin dapat melakukan penelitian sejarah jika meninggalkan salah satu metode penelitian yaitu Heuristik.
  3. Melatih Pemuda untuk wawancara dan mendapatkan sumber tertulis dengan hasil wawancara lansung ke pusat sumber.
  4. Melatih untuk mengetahui nagari lebih mendalam baik tempat wisata, tinggalan sejarah, batas nagari serta hal lain yang berhubungan dengan nagari sungai patai.
  5. 2.      Ruang lingkup isi laporan

Laporan ini berisikan tentang catatan perjalana dari Kegiatan dan hal yang didapat sewaktu di lapangan. Mulai dari persiapan samapi kegiatan ini selesai. Pada bagian hasil kegiatan itu menerangkan bagaimana kegitan itu berlangsung.


BAB I

ISI (PEMBAHASAN)

  1. 1.      Persiapan Kegiatan

–          Diskusi keberangkatan pada malam hari sehari sebelum keberangkatan

–          Mengumpulkan orang yang akan pergi untuk berangkat ke lokasi yang dituju

–          Menanyakan keadaaan medan yang di lalui walaupun belum secara pasti

  1. 2.      Jenis kegiatan

Kegiatan ini semacam perjalanan yang hanya menentukan tujuan akhir. Sehingga terkesan seperti pertualangan untuk mencari lokasi. Selain itu kegiatan ini bisa disebut semacam hiking.

  1. 3.      Waktu dan tempat

Hari /Tanggal : minggu / 26 Februari 2012

Tempat :

  1. Aia buluih
  2. Jejak PRRi di sungai patai
  3. Batas nagari sungai patai dengan Kabupaten Lima Puluh Kota.
  4. 4.      Peserta kegiatan

Peserta adala pemuda sungai patai berjumlah 14 orang dengan rincinan

  1. Wilson ( da win )
  2. Ronal Fenandes
  3. Eko trisno
  4. Rengga jendera
  5. Dipo candra
  6. Izon
  7. Melki
  8. Megi Ariska
  9. Rahman
  10. Riga prima
  11. Afdol syukron
  12. Alfi
  13. iing
  14. Nanda”bule”
  1. 5.      Kesulitan dan Hambatan
  2. Prediksi cuaca yang kutang mendukung pada pagi menjelang keberangkantan sehingga mengulur waktu keberangkatan
  3. Kurang kordinasi Waktu yang sangat singkat. Dengan waktu sehari dan mungkin beberapa jam saja di lokasi menjadikan kami sangat penasaran.
  4. Minimnnya peralatan
  5. 6.      Kondisi selama perjalanan

Jadwal keberangkatan semula direncanakan pada pukul 8, akan tetapi karena kondisi pada pagi hari diguyur hujan  maka di undur. Selama pengundungan jadwal keberangkatan in dikumpulkanlah orang yang akan pergi berangkat sehingga terkumpul 12 orang yang siap untuk berangkat.

Menjelang keberangkatan terkendala juga pada bagian logistic. Menunggu nasi yang akan dibawa untuk makan di perjalanan ternyata sangat lama sehingga kami berangkat pada jam 10.

Setelah sampai di Golowe, melki ternyata meminta untuk di tunggu. Setelah itu kami melanjutkan keberangkatan. Sampai di baying – bayang air, kami melanjutkan untuk menngambil jalan yang mendaki denga tujuan menyingkat waktu dan juga dekat walaupun medan nya sulit.

di bonto, persimpangan untuk menuju aia buluih nanda sudah menunggu sambil makan nasi, pada waktu itu sudah sepantasnnya makan sian yaitu pada jam 12. 30 an. Samapi di jalan di tempat bekas penebangan pohon, da putra menelpon salah seorang yang sudah pernah kesan. Hm….. sudah di tengah rimba kami masih bisa menelfon, betapa canggihnya dunia saat ini. Tujuan menelfon adalah untuk memastikan jalan menuju air buluih. Benar… tiu jalan yang di tunjukan nanda. Karean dia bertanya kepada orang yang mngangkut kayu hasil dari penebangan pohon dihutan.

Sebenarnya kami belum mengetahui secara pasti dimana lokasi air buluih tersebet, hanya mengacu pada foto yang ada di kantor wali nagari dan bertanya – Tanya pda orang – orang yang pernah kesana.

Pada awalnya kami mengira ada sebuah ngarai itu adalah aia buluih akan tetapi tidak sama dengan foto yang ada di kantor wali nagari, singgah sebentar di ngari tersebut kami melanjutkan perjalanan kearah lembah.

Ada beberapa kali persimpangan memutar arah. Akhirny kami sampai di sebuah goa yang juga kami kita itu adalah aia buluih. Setelah jam 1 siang kami memutuskan untuk makan siang dan memasuki goa tersebut.

  1. Hasil kegiatan
  2. a.      Aia buluih

Menurut cerita yang didatap dari  mulut kemulut aia bulih merupakan objek wisata alam yang sangat menarik.menurut cerita yang kami dapat dari orang – orang yang oernah kesini sebelumnya air ini mengalir sampai ke Piladang kab. Lima puluh kota. Selain ini suasan yang sangat menegangkan untuk masuk ke goa ini penuh tantangan bagi mereka yang ini menguji adrenalin.

salah satu goa aia buluih

  1. b.      Markas PRRI

Goa dari zaman dahulu merupakan temat yang paling nyaman untuk bersembunyi. Hal ini juga dlakukan oleh orang yang ada di sungai patai untuk bersembunyi dari pengejaran tentara pusat pada saat bergolaknya peristiwa PRRI.

PRRi juga menpunyai kisahnya sendiri. Menurut cerita yag didapat dari pelaku ssendiri yang diceritatakn secara turun temurun di goa ini gua bisa main pimpong ini terlihat ada bekas dari susunan batu yang datar dan berbentuk berundak – undak.

  

Goa persembunyian Pelaku PRRI Sungai patai

 

Tungku bekas memasak

Bebatuan bekas pamotuan tempat persembunyian

Peserta yang ikut dalam petualangan foto bersama di mulut goa

Peserta yang ikut dalam petualangan foto bersama di mulut goa


BAB III

PENUTUP

  1. a.      Kesimpulan

Banyak hal baru yang kami dapat di sini mulai dari mengetahui keindahan Maha karya Allah SWT. peninggalan sejarah yang belum terungkap dengan jelas sehingga kami semakin mencintai tanah dinama kami berpijak khusus tanah Sungai patai

  1. b.      Kritis dan saran
  2. Laporan ini jauh dari hasil yang diharapkan harap masukan dari pembaca untuk membangun penulis kedepan.
  3. Semoga kegiatan ini bekelanjtan guna untuk pembangunan negri dimasa mendatang